Satu Warga Jepang Meninggal karena Virus Corona

Home / Berita / Satu Warga Jepang Meninggal karena Virus Corona
Satu Warga Jepang Meninggal karena Virus Corona Ilustrasi pasien Virus Corona.
Fokus Berita

TIMESTRENGGALEK, JAKARTA – Kematian akibat Virus Corona (Novid-19) bertambah menjadi 1.490 orang termasuk. WHO melaporkan, ada satu korban meninggal diluar China yaitu di Jepang.

Dengan demikian sudah ada tiga orang di luar China daratan yang meninggal dunia akibat infeksi Covid-19 ini. Sebelumnya ada di Hong Kong (1 orang) dan  Filipina (1 orang). China sendiri tercatat 1.487 warganya meninggal dunia akibat Virus Corona ini.

Data yang dihimpun Johns Hopkins University Center of Syatem Science and Engineering (JHU CCSE) juga menyebutkan jumlah korban meninggal terus bertambah,  namun 6.982 orang dinyatakan pulih.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Novid-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia sejak tanggal 30 Januari 2020 terkait dengan temuan-temuan yang signifikan dan pelaporan kasus di negara lain.

Dilaporkan South China Morning Post, Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato menyebutkan, pasien yang meninggal tersebut adalah wanita berusia sekitar 80 tahun yang tinggal di prefektur Kanagawa.

Wanita ini tidak pernah bepergian ke luar negeri. Ia adalah ibu mertua dari seorang pria sopir taksi yang lebih dulu terinfeksi Virus Corona. Riwayatnya, sopir taksi ini terinfeksi semenjak ia mengantar penumpang dari China menuju Bandara Haneda. Diduga wanita itu terinfeksi dari menantunya itu.

Selain dilaporkan 1.490 meninggal dunia, total di dunia yang terinfeksi virus ini mencapai 64.346 orang.

Inilah negara-negara yang terkonfirmasi terdapat kasus Virus Corona atau Covid-19 ini menurut South China Morning Post:

China, termasuk Hong Kong dan Makau ( 64.690 kasus), Singapura (58 kasus), Thailand (33 kasus), Korea Selatan (28 kasus) Jepang (248 kasus), Malaysia (19 kasus), Taiwan (18 kasus), Jerman (16 kasus), Vietnam (16 kasus), Australia (15 kasus) Amerika Serikat (15 kasus), Perancis (11 kasus), Inggris (9 kasus), Uni Emirat Arab (8 kasus), Kanada (7 kasus), Italia (3 kasus), Filipina (3 kasus), India (3 kasus), Rusia (2 kasus), Spanyol (2 kasus), Nepal (1 kasus), Kamboja (1 kasus), Belgia (1 kasus), Finlandia (1 kasus), Swedia (1 kasus) dan Sri Langka (1 kasus).

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan mengatakan,  China melaporkan terdapat 13.332 kasus yabg dikonfirmasi secara klinis di Provinsi Hubei.

Sedangkan di luar China, kata Ryan, ada 447 kasus Virus Corona di 24 negara. "Sekarang ada satu kematian lagi di Jepang," ujar Ryan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com