Jubir Covid-19 Pacitan: Pemudik Wajib Karantina Mandiri

Home / Berita / Jubir Covid-19 Pacitan: Pemudik Wajib Karantina Mandiri
Jubir Covid-19 Pacitan: Pemudik Wajib Karantina Mandiri Jubir Satgas Covid-19 Pacitan (FOTO: Rojihan/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESTRENGGALEK, PACITAN – Guna pencegahan penyebaran pandemi virus Corona atau Covid-19, seluruh warga masyarakat Kabupaten Pacitan, Jawa Timur di wajibkan memakai masker saat keluar rumah. Bahkan jika tidak sangat mendesak atau penting di harapkan stay at home. Menjalankan aktivitas di rumah masing-masing. Bagi masyarakat baru pulang dari luar daerah atau mudik diharuskan karantina mandiri.

"Sesuai protokol gugus tugas pusat sekarang jika keluar rumah harus memakai masker, ini hukumnya wajib tidak bisa di tawar. Bisa memakai masker kain maupun hijau yang biasa di pakai oleh tenaga medis, sepeti saya cukup memakai masker dari kain lebih efisien, bisa di cuci," kata, Jubir Satgas Covid-19 Pacitan, Rachmad Dwiyanto, Senin (6/4/2020).

Rachman mengatakan, akhir-akhir ini warga yang mudik ke Pacitan cukup banyak. Dalam satu hari mencapai lima hingga tujuh ratusan. Apabila datang dari zona merah, hukumnya wajib mengkarantina diri di rumah selama 14 hari.

"Nah ini yang perlu diantisipasi pendatang kan sangat masif saat ini, satu hari 500-700 pendatang. Nah kemudian melewati Pemerintah Desa atau aparat agar mengharuskan yang baru datang mengkarantina mandiri di rumah jadi tidak himbauan lagi akan tetapi sudah harus hukumnya wajib ai'n apalagi daerah zona merah,"imbuhnya.

Terkait Alat Pelindung Diri (APD), Rachmad mengatakan di Pacitan masih mengalami kekurangan. Meski saat ini mengalami kekurangan tenaga medis setiap di Pukesmas berinovasi membuat dan membeli APD secara mandiri. Namun, pihak Pemkab saat ini sudah memesankan tinggal menunggu datang, yang akan datang kurang lebih empat hari lagi.

"APD akan datang tanggal 10 April 2020 ini, masyarakat tidak perlu cemas dengan adanya ini namun tetap waspada. Jika terjadi PDP jika sehat bisa mengisolasi karantina di rumah, tapi harus mematuhi anjuran Pemerintah dan yang muncul gejala bisa di RSUD Pacitan," jelasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com