Santri Ponpes Nurul Jadid Probolinggo Bertahap Kembali ke Pesantren

Home / Berita / Santri Ponpes Nurul Jadid Probolinggo Bertahap Kembali ke Pesantren
Santri Ponpes Nurul Jadid Probolinggo Bertahap Kembali ke Pesantren Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid senam bersama di lapangan pesantren (foto: dok Ponpes Nurul Jadid)

TIMESTRENGGALEK, PROBOLINGGOSantri di pondok pesantren (ponpes) Kabupaten Probolinggo, Jatim, mulai kembali ke pondok. Usai Pesantren Zainul Hasan Genggong, santri Ponpes Nurul Jadid dijadwalkan kembali secara bertahap. Mulai Rabu (10/6/2020), hingga 17 Agustus 2020.

Jadwal kembali santri itu tertuang dalam Surat Edaran Ponpes Nurul Jadid nomor NJ-B/0249/A.III/06.2020. Surat ditandatangani Kepala Pesantren, KH Abd Hamid Wahid.

Santri-Pondok-Pesantren-Nurul-Jadid-senam-1.jpg Sesuai surat tertanggal 4 Juni ini, santri yang jadi pengurus pesantren, petugas keamanan dan ketertiban (Kamtib), santri husada, saka bakti husada, mahasiswa Fakultas Kesehatan Unuja, serta mahasiswa Ma'had Aly, dijadwalkan kembali 10 Juni (puteri) dan 11 Juni (putera).

Dua pekan kemudian, giliran wali asuh dan pembina kamar yang dijadwalkan kembali yakni 25 Juni untuk puteri, dan 26 Juni untuk putera.

Saat kembali, seluruh pengurus/wali asuh harus membawa surat keterangan sehat dan pernyataan wali santri. Isinya, kesediaan mengembalikan putera-puterinya kembali ke pondok, sesuai ketentuan pesantren.

Adapun untuk santri lainnya, jadwal kembali dilakukan bertahap mulai 10 Juli sampai 17 Agustus, sesuai asal daerah yang akan diatur dan diinformasikan kemudian. Santri dengan penyakit penyerta, tak diwajibkan kembali ke ponpes sampai kondisi memungkinkan.

Sebelum kembali ke pesantren, santri diminta melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari. Khusus pengurus dan wali asuh, menjalani karantina di pesantren.

Santri-Pondok-Pesantren-Nurul-Jadid-senam.jpg Santri diminta membawa sedikitnya 10 masker. Juga vitamin C, madu, dan nutrisi untuk ketahanan tubuh untuk keperluan sebulan. Begitu masuk area pesantren, santri tak boleh keluar. Protokol yang sama berlaku bagi santri baru.

Bersama Pesantren Zainul Hasan dan Ponpes Nurul Jadid, sedikitnya ada 286 pesantren lain di Kabupaten Probolinggo berdasarkan data Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI tahun 2008/2009. (*)


Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com