Usut Oknum Peretas Sambutan Wapres RI Saat Zooming, UIN Malang Bentuk Tim Khusus

Home / Berita / Usut Oknum Peretas Sambutan Wapres RI Saat Zooming, UIN Malang Bentuk Tim Khusus
Usut Oknum Peretas Sambutan Wapres RI Saat Zooming, UIN Malang Bentuk Tim Khusus Wapres RI KH Ma'ruf Amin saat memaparkan materinya di Webinar Nasional yang digelar UIN Malang. (Foto: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)

TIMESTRENGGALEK, MALANG – Webinar Nasional yang digelar UIN Malang bersama Wapres RI KH Ma'ruf Amin tak berjalan mulus. Tampilan layar saat KH Ma'ruf Amin memberi sambutan dipenuhi oleh coretan bewarna merah sehingga mengganggu jalannya diskusi.

Rektor UIN Malang Prof Dr H Abdul Haris tak menanggap insiden ini hal remeh. Pihaknya akan mengusut tuntas mengatasi persoalan yang tak diinginkan tersebut.

"Kami minta PTIPD yang menelusuri hal itu nanti koordinasi dan minta penjelasan ke Zoom. Dari situ kan diketahui ada nomornya. Kalau misalnya ada yang meretas, kami akan usut itu," tegas Haris saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (5/6/2020).

Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Malang sendiri telah melayangkan surat protes kepada manajemen Zoom. Namun, hingga siang ini, belum ada respon positif dari pihak Zoom.

Haris belum mengetahui detail apa dan siapa di balik oknum peretas Webinar Nasional tersebut. Ia menyayangkan hal tersebut sempat terjadi apalagi peserta seminar virtual yang dilaksanakan Kamis (4/6/2020) kemarin diikuti seribu lebih peserta. Selain disiarkan lewat Zoom, panitia juga menyiarkan melalui You Tube.

"Yang jelas peserta itu lebih dari seribu. Karena yang ikut banyak sekali. Narsum kita seorang kiai, ulama, dan tokoh masyarakat yang ketepatan juga seorang Wakil Presiden. Mungkin banyak yang ingin tahu penjelasan beliau terkait ekonomi syariah dikaitkan dengan new normal life," ucapnya.

Diketahui, Wapres RI KH Ma'ruf Amin mendapatkan gelar kehormatan dan Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah dari UIN Malang. Dalam paparannya kemarin ia menyampaikan panjang lebar terkait strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com