Presiden RI Jokowi Mau Indonesia Naik Level di Peringkat Kemudahan Usaha

Home / Ekonomi / Presiden RI Jokowi Mau Indonesia Naik Level di Peringkat Kemudahan Usaha
Presiden RI Jokowi Mau Indonesia Naik Level di Peringkat Kemudahan Usaha Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Setkab RI for TIMES Indonesia)

TIMESTRENGGALEK, JAKARTAPresiden RI Jokowi (Joko Widodo) menginginkan peringkat Indonesia naik dalam aspek kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business. Meski sudah ada perbaikan dari ranking 120 pada 2014, presiden mau level Indonesia naik dari posisi 74 menjadi 40.

Hal itu ditegaskan presiden pada Rapat Terbatas mengenai Akselerasi Peningkatan Peringkat Kemudahan Berusaha pada Rabu (12/2/2020) di Kantor Presiden, DKI Jakarta.

"Untuk mengakselerasi peringkat ease of doing business, saya ingin tekankan beberapa hal. Yang pertama, fokus memperbaiki indikator yang masih berada di posisi di atas 100 dan juga indikator yang justru naik peringkat," ujarnya.

Menurutnya, ada 4 komponen yang berada pada peringkat di atas 100 yakni Starting a Business di peringkat 140, Dealing with Construction Permits di posisi 110, Registering Property yang naik ke peringkat 106, serta Trading across Borders yang stagnan pada 116.

"Dua komponen yang sudah di bawah 100, tapi justru naik peringkat lagi, ini Getting Credit dari peringkat 44 ke 48. Kemudian masalah yang berkaitan dengan Resolving Insolvency dari 36 ke peringkat 38, sudah 36 kok naik lagi, ini urusan yang berkaitan dengan kebangkrutan," ujarnya.

Presiden juga meminta Menko Perekonomian dan BKPM membuat dashboard monitoring dan evaluasi secara berkala, sehingga perbaikan di berbagai komponen yang masih bermasalah bisa dilakukan. Di mata presiden, masalah utama yang harus dibenahi adalah prosedur serta waktu yang ruwet dan panjang.

"Waktu memulai usaha di Indonesia membutuhkan 11 prosedur, waktunya 13 hari. Kalau kita bandingkan mungkin dengan Tiongkok misalnya, prosedurnya hanya 4, waktunya hanya 9 hari, artinya kita harus lebih baik dari mereka," imbuhnya.

Tak lupa, Presiden RI Jokowi meminta perhatian ease of doing business tidak hanya ditujukan untuk pelaku-pelaku menengah dan besar tetapi juga diutamakan usaha mikro, usaha kecil. "Kemudahan-kemudahan baik dalam penyederhanaan maupun mungkin tidak usah izin, tetapi hanya registrasi biasa," ucapnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com