Profesor Unej Nilai Komunikasi Bupati-DPRD Kurang Baik

Home / Berita / Profesor Unej Nilai Komunikasi Bupati-DPRD Kurang Baik
Profesor Unej Nilai Komunikasi Bupati-DPRD Kurang Baik ILUSTRASI: Bupati Jember dr Faida (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESTRENGGALEK, JEMBER – Gaya komunikasi Bupati Jember dr Faida kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, Jawa Timur, harus segera diperbaiki. Masalahnya, gaya komunikasi sang bupati yang saat ini dinilai kurang baik di DPRD tersebut dapat memberikan efek buruk bagi kepentingan masyarakat Jember.

Hal tersebut dikatakan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember (UNEJ) Achmad Subagio saat ditemui TIMES Indonesia di ruang kerjanya, Kamis (2/11/2017). Penilaian itu terkait dengan tersendatnya pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Guru Besar Unej kelahiran Kediri, 17 Mei 1969, tersebut mengatakan bahwa masalah anggaran sudah seharusnya didiskusikan bersama antara lembaga eksekutif dengan legislatif. Karena menyangkut pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hubungan yang kurang baik dengan DPRD Jember pada saat pembahasan masalah penting tersebut akan dapat menyulitkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam menjalankan program-program pembangunan yang telah dicanangkan.

"Saya pikir sebagai seorang pemimpin negosiasi terkait dengan anggaran untuk pembangunan daerah dengan anggota dewan harus cepat dilakukan. Kemampuan Faida sebagai seorang politikus harus ditunjukkan saat situasi seperti ini," kata Subagio.

Pengajar di Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ itu mengatakan bahwa Faida seharusnya tidak alergi terhadap masukan-masukan dari anggota dewan dalam pembahasan anggaran tersebut. "Masukan-masukan dari anggota dewan itu wajar dan harus diakomodir. Diakomodir dengan cara membuat program," tuturnya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com