Pengamat: Transportasi Massal Belum Jadi Perhatian Pemkab Jember

Home / Berita / Pengamat: Transportasi Massal Belum Jadi Perhatian Pemkab Jember
Pengamat: Transportasi Massal Belum Jadi Perhatian Pemkab Jember ILUSTRASI: Angkutan Umum. (FOTO: Dok TIMES Indonesia)

TIMESTRENGGALEK, JEMBER – Masih ada segudang persoalan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang belum tersentuh oleh kebijakan pemerintah daerah. Salah satunya yakni masalah angkutan publik.

Pemerhati kebijakan publik Achmad Subagio, yang juga merupakan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember (UNEJ) mengatakan bahwa sektor transportasi publik wilayah Jember masih jalan di tempat. 

Dia menilai, nyaris tidak ada kebijakan berarti yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di sektor itu.

"Orang masih pakai lin. Dan itu pun banyak lin yang tidak diremajakan," kata Subagio saat dijumpai TIMES Indonesia, di ruang kerjanya, Kamis (1/11/2017).

Dia mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat Jember terhadap transportasi umum cukup tinggi. Namun, transportasi umum yang ada saat ini belum menjangkau seluruh wilayah Jember.

"Apa nggak bisa misalnya mengadakan bis?" ujarnya heran.

Dia menuturkan bahwa masih terbatasnya akses transportasi umum di Jember tersebut tidak hanya menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan layanan transportasi umum yang murah dan cepat. 

Namun juga menciptakan kesenjangan kesejahteraan dan pembangunan di sejumlah daerah di Jember.

"Jember di bagian Utara dan Selatan sangat mencolok kesenjangan yang. Yang bagian utara miskin tapi di selatan sebaliknya. Selain dipengaruhi oleh pembangunan yang tidak merata, masih sulitnya mendapatkan transportasi publik ke sana (Jember bagian Utara, Red) juga berpengaruh," terangnya.

Karena itu, dia berharap agar Pemkab Jember lebih jeli melihat persoalan di daerahnya. Apalagi, bakal adanya Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi akan menjadi masalah serius bagi pembangunan Jember, apabila tidak diantisipasi dengan segera.

"Kalau jalan tol itu sudah jadi, Jember bukan hanya tidak dilewati orang, tapi bakal jadi kota mati," imbuhnya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com